Header Ads

Baiq Nuril Maknun Ucapkan Terima Kasih pada Presiden Jokowi, Ia Juga Berharap Satu Hal Ini

Baiq Nuril Maknun Ucapkan Terima Kasih pada Presiden Jokowi, Ia Juga Berharap Satu Hal Ini

Baiq Nuril Maknun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang dinilainya telah menaruh perhatian pada kasusnya.

Ucapan terima kasih ini dilontarkan Baiq Nuril Manun usai mendengar pernyataan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Baiq Nuril Maknun berharap perhatian Presiden Jokowi bisa membuat kasusnya selesai dengan cepat sesuai yang dia inginkan.

"Atas perhatiannya Bapak Presiden Jokowi ya saya ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan dengan perhatian Beliau masalah saya ini bisa cepat selesai," ujar Baiq Nuril Maknun di kompleks parlemen, Rabu (21/11/2018).

Baiq Nuril Maknun akan mengajukan peninjauan kembali (PK) kepada Mahkamah Agung yang telah memutusnya bersalah karena melanggar UU ITE.

Namun, hal itu tidak bisa langsung dilakukan begitu saja.

Sampai sekarang, Baiq Nuril Maknun belum menerima putusan MA itu.

Padahal untuk mengajukan PK, salinan putusan itu harus dilampirkan.

Kuasa hukum Baiq Nuril Maknun, Joko Jumadi, mengatakan pihaknya akan tetap menunggu salinan putusan tersebut.

Peninjauan Kembali adalah satu-satunya solusi yang sedang diupayakan Baiq Nuril Maknun dan kuasa hukum.

Joko mengatakan pihaknya tidak akan mengajukan amnesti kepada Presiden Jokowi untuk menyelesaikan kasus ini.

"Kami tetap sangat optimistis PK akan dikabulkan oleh MA sehingga kami tidak berandai-andai dengan grasi, amnesti, dan sebagainya. Kami tetap pada koridor hukum bahwa kami meyakini majelis hakim nanti di MA terkait dengan PK akan memutus bebas Bu Baiq Nuril Maknun," ujar Joko.

Baiq Nuril Maknun merupakan mantan pegawai honorer di bagian tata usaha SMU 7 Mataram, NTB.
Pengadilan Negeri Kota Mataram memvonis Baiq Nuril Maknun tidak bersalah atas kasus penyebaran rekaman telepon kepala sekolahnya yang bermuatan asusila.
Jaksa penuntut umum kemudian mengajukan kasasi ke MA.

Rupanya, MA memvonis Baiq Nuril Maknun sebaliknya, yakni memvonisnya bersalah dengan hukuman kurungan selama enam bulan dan denda Rp 500 juta.

Tidak ada komentar