Header Ads

Bawa Sembako, Sekelompok Emak Beri Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf


Bawa Sembako, Sekelompok Emak Beri Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf
Sekelompok ibu rumah tangga yang menamakan dirinya sebagai Suara Emak Peduli Indonesia (SEPI) melakukan aksi dukungan kepada pasangan capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan memboyong beragam jenis pangan. Dengan suara lantang, mereka menyatakan harga pangan stabil.
"Harga stabil, harga murah, ibu-ibu jangan mau dibohongi," ujar para peserta aksi di restoran di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Berbagai jenis pangan yang dibawa para perempuan tersebut cukup beragam mulai dari bawang, cabai, tempe, tahu, kangkung, bayam, dan lainnya. Mereka membawa pangan itu guna menunjukkan bahwa harga kebutuhan masih normal.

Ketua SEPI Aini Gebse menjelaskan bahwa banyak beredar kabar tak benar mengenai harga makanan. Bagi Aini kabar tersebut hanyalah hoaks dan membuat khawatir para ibu rumah tangga belaka.


"Kami ibu-ibu ini membenci hoaks yang mengatakan harga-harga mahal sehingga membuat ibu-ibu menjadi ketir dan gentar. Kami ingin mengatakan kepada emak-emak di seluruh Indonesia bahwa harga di Indonesia ini stabil dan tidak ada yang mahal," kata Aini.

Kalaupun memang situasi harga pangan sedang mahal, hal itu disebut terjadi akibat gejolak perekonomian global. Jika benar demikian, Aini meyakini kaumnya tak akan mengeluh begitu saja karena mereka sudah tahu bagaimana mengatur keuangan rumah tangga.

"Jadi kami mengatakan segala hoaks bahwa harga-harga mahal," ujarnya.

Aini menyebut SEPI sudah memiliki keanggotaan sebanyak 750 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan di luar negeri. Mereka mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf untuk pilpres mendatang. Mereka berpendapat Jokowi patut mendapat dua periode untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah digarap.

Dukungan SEPI ini merupakan narasi tandingan dari pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang kerap mendorong isu harga bahan kebutuhan pokok. Kubu pasangan bernomor urut 02 itu menjadikan isu ekonomi sebagai isu utama dalam kampanye pilpres yang sudah berlangsung sejak 23 September 2018.


Belum lama, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto sempat menyinggung kesenjangan si kaya dan miskin di era pemerintahan Jokowi yang makin lebar. Ia ragu dewasa ini uang Rp50.000 cukup berarti untuk dibelanjakan di pasar.

"Kesenjangan antara si kaya dan si miskin makin lebar. Ibu-ibu punya uang sekarang Rp50 ribu, Ibu-ibu bisa beli apa kalau ke pasar? Sementara yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin," kata Titiek.

Tidak ada komentar