Header Ads

Ma'ruf Amin Klaim Kelompok Tunanetra Berbalik Beri Dukungan



Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Ma'ruf Amin mengklaim arah dukungan dari kalangan tunanetra sudah dimilikinya. Ma'ruf melihat publik sudah melihat jelas rapor pembangunan infrastruktur yang dibuat pemerintahan Joko Widodo selama ini.

"Semua nyata. Saya sudah diprotes kalangan tunanetra. Padahal maksud saya bukan buta mata, tuli telinga, tapi buta hati tuli hati nya. Mereka punya mata tapi tidak melihat, mereka punya telinga tapi tidak mendengar, karena tidak bisa melihat kenyataan-kenyataan yang ada. Karena itu kalangan tunanetra sekarang mendukung saya," ungkap Ma'ruf dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Medan, Selasa (20/11).

Ma'ruf menegaskan saat ini keberadaannya hanyalah untuk membantu mengembangkan apa yang sudah dilakukan Jokowi. Mengutip bahasa ulama, kata Ma'ruf, pembangunan era Jokowi jelas dan nyata.

"Banyak infrastruktur tol semua dibangun di mana-mana," kata Ma'ruf Amin.

Selain itu, menurut Ma'ruf, pembangunan di era Presiden Jokowi banyak maslahat dan manfaatnya yang dinikmati oleh rakyat. Saat ini, sambungnya, tinggal memaksimalkan pembangunan yang telah ada.

Ma'ruf menegaskan, jika bangsa ini punya semangat fastabikul khairat, maka bangsa ini akan melompat lebih jauh ke depan.

"Kita berikan semangat untuk membangun bangsa ini," kata Ma'ruf.

Diketahui sebelumnya, Ma'ruf melontarkan ucapan 'budek dan buta' saat acara peresmian posko dan deklarasi relawan yang mengatasnamakan Barisan Nusantara (Barnus) di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, 10 November silam.

Dia mengalamatkan kata 'budek dan buta' itu kepada para pengkritik Jokowi.

Pernyataannya tersebut lantas berbuntut panjang. Ma'ruf di demo oleh rombongan kecil penyandang tunanetra di depan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta dan dilaporkan ke Bawaslu, kemarin.

Ma'ruf telah mengklarifikasi pernyataannya itu dalam sejumlah kesempatan. Intinya, dia mengatakan bahwa ucapan 'budek dan tuli' tidak merujuk pada fisik. Melainkan merujuk pada dalam Alquran. Yang dimaksudnya adalah 'į¹£ummum, bukmun, 'umyun', yang tertera di surat al-Baqarah (2):18.

"Artinya orang yang tak mendengar, orang yang tak mau melihat, yang tak mau mengungkapkan kebenaran itu namanya bisu, budek, buta," papar Kiai Ma'ruf.

Tidak ada komentar