Header Ads

Geopark Kiram, Menuju Kalsel Maju



BANJARMASIN – Deklarasi Geoprak Meratus, di Kiram Park Minggu (24/2) berlangsung meriah. Ketua Umum Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus Fajar Desira mengaku, deklarasi ini merupakan momentum untuk melindungi dan melestarikan Pegunungan Meratus.

Serta mengenalkan adanya puluhan Geosite, di Pegunungan Meratus bagi semua kalangan. Termasuk para generasi muda, pecinta alam dan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Deklarasi Geopark Kiram dimeriahkan oleh penampilan Inka Christie dan grup band Slank, yang menyanyikan lagu-lagu bertema edukasi terhadap lingkungan dan alam.

“Hari ini kita semua mendeklarasikan Geopark Pegunungan Meratus. Usai dinyatakan menjadi salah satu dari 19 Geopark Nasional, pada 30 November 2018 lalu. Kedepan kami akan mengajukan Geopark Pegunungan Meratus ini, menjadi Geopark Dunia UNESCO,” ungkapnya, Minggu (24/2) sore.

Dia menjelaskan, selain untuk melindungi dan melestarikan Pegunungan Meratus ini. Juga ingin meningkatkan ekonomi bagi masyarakat, disekitar Geosite Pegunungan Meratus.

“Total ada 36 Geosite di Kalsel, yang masuk dalam Geopark Pegunungan Meratus. Dimana membentang di 11 Kabupaten kota di Kalsel, dari Kabupaten Kotabaru sampai Kabupaten Tabalong.

“Tahun ini kami akan fokus membenahi 36 Geosite ini. Termasuk Mandiangin, Matang Kaladan, Raja Lima di Riam kanan, Gua Batu Hapu, Kahung, Belangian, Pagat Batu Benawa, Hantakan dan lainnya. Dulu kita bicara spot wisata, saat ini bicara lebih luas Geosite dan wilayahnya akan dilindungi,” terangnya.

Dijelaskannya, Deklarasi Geopark Pegunungan Meratus ini, juga upaya kongkrit Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam rangka melindungi Meratus.

“Geopark ini tidak akan berbenturan dengan hukum adat masyarakat Meratus. Karena nantinya masyarakat adat juga yang akan mengengelola Geositenya. Penghasilannya untuk masyarakat, tujuannya nanti juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Pegunungan Meratus,” tegasnya.

Diterangkannya, pihaknya juga sudah menganggarkan terkait pembenahan 36 Geosite di Pegunungan Meratus ini. Dimana nanti pos anggaran nya berada di Dinas ESDM Provinsi, Dinas PUPR untuk pembenahan infrastrukturnya. Lalu Dinas Kehutanan dan Dinas Pariwisatanya untuk pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Saya tidak hafal total anggarannya, tapi semua ada plot anggarannya di Dinas-Dinas,” tutupnya.

Tidak ada komentar