Header Ads

Kampanye Serba Halal dan Syariah Ala Ma'ruf Amin

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin tiba untuk menonton debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).  ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.


tirto.id - Seperti kandidat capres-cawapres lain, Ma’ruf Amin pun kerap melontarkan janji-janji yang akan direalisasikan jika nanti terpilih. Salah satunya adalah perluasan stempel halal dan syariah. Ini ia utarakan berkali-kali, untuk banyak produk dan jasa. 

Berdasarkan data dari LPPOM MUI, sampai 2018 lalu sudah ada 204.222 produk yang bersertifikat halal. Ini termasuk makanan, minuman, juga obat-obatan (termasuk jamu), kosmetik, restoran, serta katering. 

Tapi bagi Ma’ruf itu tidak cukup. Dia hendak menjadikan Indonesia sebagai produsen besar produk halal. Oleh karena itu, cap halal/syariah perlu diterapkan lebih luas. Itu misalnya ia ungkapkan dalam Jogja Halal Fest, 14 Oktober tahun lalu. 

Dia bilang, produk halal yang dimaksud tidak sebatas makanan atau minuman, tapi juga termasuk jasa kesehatan, keuangan, dan lain-lain. 

Pernyataan-pernyataan selanjutnya mempertegas visi ini. Rabu (6/3/2019) lalu misalnya. Ketika jadi pembicara dalam seminar ‘Manajemen Bisnis Travel Haji’, ia bilang hendak mendorong "halal industrial estate". 

Ini termasuk pelabuhan halal--tanpa menjelaskan lebih lanjut bagaimana konsepnya.

"Kita akan dorong halal industrial estate, bahkan mungkin kepada halal port--pelabuhan halal, dan lain sebagainya," ujar Ma'ruf.

Dalam acara yang sama ia juga hendak mendorong sertifikasi syariah untuk beragam jasa, termasuk hotel hingga travel haji dan umroh. “Saya tidak mengatakan travel haji tidak sesuai syariah, tapi belum ada satu pun travel haji yang punya sertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional,” katanya.

Tema halal dan syariah juga pernah disinggung Ma’ruf ketika Sandiaga Uno, cawapres dari kubu oposisi, berkata hendak membawa Indonesia menjadi pusat ekonomi halal dunia dalam kurun waktu sepuluh tahun. 

Dengan posisinya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf menyebut apa yang dijanjikan Sandiaga itu telah dilakukannya sejak lama. 

Ma'ruf juga menangkis kampanye Sandiaga yang hendak menerapkan wisata halal di Bali. Lagi-lagi, Ma'ruf mengklaim program wisata syariah ini merupakan ide yang ia gagas sejak 20-30 tahun lalu. 

“Wisata syariah itu, kan, saya yang ngomong, lalu dia ikut-ikutan,” kata Ma’ruf, 28 Februari lalu. 
Tema halal dan syariah juga pernah disinggung Ma’ruf ketika Sandiaga Uno, cawapres dari kubu oposisi, berkata hendak membawa Indonesia menjadi pusat ekonomi halal dunia dalam kurun waktu sepuluh tahun. 

Dengan posisinya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf menyebut apa yang dijanjikan Sandiaga itu telah dilakukannya sejak lama. 

Ma'ruf juga menangkis kampanye Sandiaga yang hendak menerapkan wisata halal di Bali. Lagi-lagi, Ma'ruf mengklaim program wisata syariah ini merupakan ide yang ia gagas sejak 20-30 tahun lalu. 

“Wisata syariah itu, kan, saya yang ngomong, lalu dia ikut-ikutan,” kata Ma’ruf, 28 Februari lalu. 

Demi Jokowi

Dosen Ilmu Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, menilai apa yang dilakukan Ma'ruf Amin dengan mengampanyekan soal halal dan syariah pada banyak produk/jasa bukanlah sesuatu yang aneh. Ini karena kapasitasnya sebagai ulama besar dan latar belakang pendidikannya sebagai profesor di bidang ilmu ekonomi syariah.

"Karena itu merupakan kompetensi Ma'ruf Amin. Beliau ulama, ketua umum MUI dan keahlian ilmunya memang di situ. Wajar jika mengkampanyekan hal-hal tersebut," ujar Ujang kepada reporter Tirto, Kamis (7/3/2019).

Selain itu, menurut Ujang program-program kehalalan yang ditawarkan Ma'ruf memang sengaja untuk menggaet pemilih dari kalangan umat Islam. Program-program seperti ini, lanjut Ujang, penting dilakukan Ma'ruf Amin, apalagi ia harus berebut suara pemilih Islam dengan Sandiaga Uno yang juga kerap menjanjikan hal serupa. 

Dibanding Sandiaga, Ujang melihat Ma'ruf Amin lebih kompeten.

"Penting untuk meng-counter Sandi. Agar kampanye 'halalisasi' tidak diambil lahannya oleh Sandi. Karena memang Ma'ruf Amin memiliki otoritas untuk mengkampanyekan terkait 'halalisasi'," jelas Ujang.

Apa yang dikatakan Ujang dibenarkan Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong. Menurutnya itu memang strategi tim sukses untuk mendekati pemilih Islam. 

Namun, apakah strategi itu sukses, ia belum tahu jelas. Perlu ada survei untuk itu, katanya. 

“Hal-hal berbau halal paling tidak menghapus image pak Jokowi itu anti Islam, paling tidak itu," ucap Usman kepada reporter Tirto.

Tidak ada komentar