Header Ads

Kubu Jokowi Siapkan Strategi Kampanye Zonasi

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) - Medcom.id/Arga Sumantri.


Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mulai menyusun strategi kampanye rapat umum setelah hasil undian zonasi dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berdasarkan undian, tim sukses petahana mendapat zona B di hari pertama kampanye rapat umum.

"Kita pasti mengkalkulasi semua, semua ada strateginya," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Maret 2019.

Moeldoko enggan memerinci strategi yang akan dilaksanakan kubu petahana menghadapi hasil undian zonasi kampanye rapat umum. Yang jelas, kata dia, metode kampanye akan selalu disesuaikan dengan situasi terkini di setiap wilayah. 
"Kalau kita sudah menyatakan total war, apa pun situasinya tidak masalah," tandas dia.

KPU telah menetapkan zonasi untuk metode kampanye rapat umum yang terbagi dua, yakni A dan B. Masing-masing zona terdiri dari 17 provinsi.

Mekanisme undian dilakukan untuk menentukan di zona mana peserta pemilu akan berkampanye rapat umum di hari pertama. Undian diambil oleh perwakilan tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden.

(Baca juga: Zonasi Kampanye Rapat Umum Diundi)

Hasilnya, TKN Jokowi-Ma'ruf mendapat zona B di periode pertama kampanye rapat umum. Zona ini meliputi Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Sementara, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan zona A. Zona ini meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Dalam rapat KPU bersama tim sukses dua pasangan kandidat Pilpres 2019, disepakati pergeseran zonasi dilakukan setiap dua hari sekali, dari sebelumnya tiga hari.

Kesepakatan ini diambil untuk menyetarakan jumlah hari libur antara pihak yang berkampanye di zona A dan zona B. Selain itu, khusus tanggal 3 April 2019 bertepatan dengan hari libur nasional peringatan Isra Miraj, sistem zonasi pada kampanye rapat umum tidak diberlakukan.

Metode kampanye rapat umum dilaksanakan 21 hari jelang masa tenang, tepatnya, 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019. Pemberlakuan sistem zonasi pada metode kampanye rapat umum dirancang untuk membedakan jadwal kampanye peserta pemilu sehingga tidak mungkin peserta pemilu berkampanye di dua zona di hari yang sama.

Tidak ada komentar