Header Ads

TKN Optimalkan Kampanye Terbuka Jokowi di Sumatera

Wakil Ketua TKN Arsul Sani/MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin di sejumlah provinsi di Sumatera masih minim. Tim Kampanye Nasional (TKN) akan mengoptimalkan masa kampanye rapat umum 24 Maret hingga 13 April di sejumlah wilayah di Sumatera.

"Saya kira dari berbagai survei harus diakui di banyak provinsi di Sumatera ya itu kan memang capres/cawapres 01 kan belum unggul nah itu tentu harus menjadi fokus kampanye juga," kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Maret 2019.
TKN juga menyarankan Jokowi-Ma'ruf fokus berkampanye di wilayah-wilayah yang lumbung suaranya masih bersaing ketat dengan Prabowo Subianto. Namun, kewenangan titik kampanye ada di tangan capres/cawapres.

"Ini yang kami serahkan apakah akan didatangi atau tidak, itu kan tentu kepada Pak Jokowi dan Kiai Maruf gitu," ujar Sekjen PPP itu.

Arsul berharap 21 hari kampanye terbuka bisa mendongkrak elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang masih jalan di tempat. Target suara di atas 60 persen angka aman untuk merebut kemenangan di Pilpres 2019.

"Target kami kan di atas 60 persen. Tentu kalau sekarang surveinya itu kisaran angka 54 sampai 56 itu kan berarti banyak hal disisa waktu ini harus kami garap khususnya melalui kampanye terbuka," beber dia.
Metode rapat umum baru bisa dilaksanakan 21 hari jelang masa tenang, tepatnya 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019. Pemberlakuan sistem zonasi pada metode kampanye rapat umum dirancang untuk membedakan jadwal kampanye peserta pemilu sehingga tidak mungkin peserta pemilu berkampanye di dua zona di hari yang sama.

Zona A meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua juga berada di zona yang sama.

Sedangkan zona B meliputi Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Zona B juga meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Barat.


(OJE)

Tidak ada komentar